Judul Renungan : Bukan Yang Saya Rencanakan
Nats : Mazmur 37:1-8
Mazmur bukanlah suatu kitab yang mudah untuk dipahami. Di dalamnya terdapat berbagai metafora dan kata-kata kiasan. Pada nats kali ini saya mendapatkan beberapa hal.
- Pertama, mengenai orang yang berbuat jahat dan curang. Saya teringat pembicaraan saya dengan seseorang yang bertanya-tanya mengapa hidup orang-orang yang demikian aman dan sentosa saja ya ? Kok Tuhan malah memberikan mereka berkat yang melimpah ? Tapi di sini kembali saya diingatkan bahwa kita tidak boleh merasa iri terhadap orang-orang yang demikian. Kembali diingatkan bahwa yang menanti orang-orang yang demikian adalah kematian kekal.
- Kedua, mengenai nasihat untuk hidup sesuai perintah Allah. Dalam ayat yang saya baca ini dikatakan bahwa "... Ia akan memberikan kepadamu apa yang diingikan hatimu." (ayat 4). Ini memang bukan berarti ketika saya hidup berkenan kepada Allah dan saya menginginkan Ferarri, maka Tuhan akan memberikannya kepada saya. Menurut saya, apa yang dimaksud dengan yang "diingikan hatimu" adalah kehidupan kekal, ya mungkin juga beberapa hal yang jadi mimpi dalam hidup kita (dapat beasiswa, karir yang baik, keluarga yang harmonis, dan sebagainya). Singkatnya, di sini saya kembali diingatkan bahwa walaupun tantangan untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya itu besar, saya harus terus berjuang untuk melaksanakannya.
- Ketiga, mengenai amarah. Saya tipikal orang yang mungkin cukup mudah untuk merasa kesal. Saya merasakan apa yang dikatakan dalam ayat 8 (marah membawa kita dalam kejahatan). Ketika merasa kesal, saya sering kali terpancing untuk marah dan terjatuh dalam pikiran-pikiran negatif. Kejahatan yang saya lakukan di saat-saat seperti itu memang bukan kejahatan secara fisik apalagi kriminal, tetapi lebih kepada kejahatan pikiran. Pikiran negatif yang terbentuk ini lama-kelamaan akan mengubah pola pikir dan sudut pandang saya terhadap orang lain, bahkan mungkin mengubah kehidupan saya (ke arah yang lebih buruk pastinya). Nah, di sini saya diingatkan untuk tidak mudah merasa kesal (bukan marah karena kesal adalah starting point dari marah).
Saat membaca renungan, ada hal baru lagi yang saya dapatkan, yaitu tentang sukacita, penyerahan diri, dan kepercayaan terhadap Allah.
Dalam renungan dikatakan bahwa mungkin tidak semua yang kita harapkan tercapai. Namun, jangan pernah membiarkan hal tersebut merampas sukacita kita dan membuat kita menyalahkan Tuhan. Ingat, sukacita kita adalah ketika kita semakin mengenal hati Allah.
Kemudian, dalam renungan ini dibukakan lebih jelas tentang ayat 5 yang berbunyi "Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya...". Serahkan artinya "mengalihkan" kemudi hidup kita kepada Allah. Percayalah bahwa Tuhan punya rencana yang terbaik untuk kita.
Yapz, itu sih yang aku dapat dalam renungan hari ini :)
Semoga renungan ini juga boleh menjadi berkat bagi setiap kita yang membacanya.
Tuhan memberkati.
No comments:
Post a Comment