Tuesday, September 20, 2011

Promise

Hai hai.. Lama sudah ga nulis di blog.. Hehehehe
Sekedar reminder saja, sekarang aku sudah masuk ke semester 5 perkuliahanku loh J
Aku berhasil masuk ke peminatan yang aku prioritaskan, yaitu Interactive Multimedia.. Hehehe
Oke, sekarang masuk ke topik pribadi..

Beberapa hari yang lalu, aku sempet drop.. Yah, drop dalam artian kurang fit (sekarang pun masih belum begitu fit L)

Terus, hari ini sih yang lebih menyedihkan. Hari ini aku melanggar dan menepati janji yang udah aku buat sama Tuhan.

Apa aja sih janjinya ??

Hm.. Mulai dari yang ditepati dulu kali ya (tapi penjelasannya ga akan begitu jelas sih).
Yupz, aku pernah janji sama Tuhan bahwa aku ga akan mengeluh ketika aku harus merasakan saat-saat yang tidak bahagia dan menyakitkan asalkan orang yang paling aku sayangi di dunia ini (tebak sendiri siapa) bisa bahagia. Hari ini mungkin salah satu hari pembuktiannya. Hari ini tergolong sebagai hari yang cukup berat sih menurutku dan aku bersyukur karena aku boleh menepati janji ini, yaitu ga mengeluh.

Tapi di sisi lain, ada janji juga yang aku langgar..
Dulu, aku pernah berjanji satu hal pada Tuhan. Isinya kira-kira begini :
“Tuhan, tolong pertemukan aku dengan orang yang benar-benar menyanyangiku. Aku janji, aku ga akan nyakitin dia.”
Dan hari ini, janji ini rusak sudah.. Aku mengecewakan seseorang yang ‘mungkin’ menyanyangiku (belajar dari pengalaman : jangan pernah terlalu percaya pada orang lain, terutama cowok).
Aku tahu aku bukan orang yang baik buat dia. Aku bukan orang yang tepat buat dia.
Dia memerlukan seseorang yang lembut, bisa mengungkapkan perasaannya seketika itu juga, dan yang peka. Sedangkan aku, ah, sangat jauh dari semua itu.
Aku bukan seseorang yang lembut, malah bisa dibilang aku kasar dan terkadang sangat menyebalkan, ga ada sifat ceweknya. Hahahaha
Aku juga bukan tipe orang yang gampang mengungkapkan apa yang aku rasakan. Walaupun hasil test menunjukkan bahwa aku adalah tipe ekstrovert, soal perasaan aku bisa jadi sangat introvert, terutama jika itu adalah perasaan yang negatif. Mungkin ini juga pengaruh lingkungan. Di keluargaku, kami jarang mengungkapkan perasaan kami, apalagi perasaan negatif. Jadi, yah, aku juga begini deh..
Next, peka.. Wuih, yang satu ini jelas sangat tidak mirip denganku. Aku bukan orang yang peka dengan perasaan orang lain. Ketika seseorang merasa sedih atau kecewa atau marah padaku, jangan harap aku akan langsung menghiburnya atau meminta maaf padanya. Aku akan membiarkannya dulu agar ia bisa menenangkan diri. Setelah itu, baru aku ajak bicara. Tapi kalau pun dia tak mau bicara, aku tak akan memaksanya bicara. Aku pun akan ikut diam seribu bahasa dan aku pasti akan sangat kesal karena usaha ku untuk mengajaknya bicara tak digubris. Bahkan, kalau kekesalanku sudah cukup tinggi, aku bisa mendiamkan orang itu sekalipun ia sudah membuka suara. Yupz, devil mode is ON.

Intinya, hari ini aku melanggar janji (seseuatu yang sangat sakral menurutku) dan aku pun sudah sangat jahat pada seseorang itu. Entah aku layak untuk dimaafkan atau tidak..
Yang jelas, aku merasa ga tenang dan sekarang, kepala ku berdenyut-denyut seperti hendak meledak.. mungkin ini teguran dari Tuhan yaa.. Hahahaha

Ya, setelah menulis ini, perasaanku yang tadinya kacau balau sudah mulai terkendali. Terima kasih Tuhan karena aku masih bisa mengungkapkan perasaanku melalui tulisan J

Sunday, March 27, 2011

Guilty



Guilty.. 1 kata yang menemani saya belakangan ini. Saya merasa belakangan ini saya mengalami kemunduran. Ga bertambah baik, malah jadi tambah jahat loh..

Saya yang sekarang lebih sering menunda pekerjaan, komitmen dan kepercayaan diri mulai menurun. Apa sebabnya, saya sendiri pun tak mengerti.

Tugas-tugas terkesan terbengkalai semua, tak terjamah 1 pun. Keputusan yang seharusnya saya ambil segera pun terkesan sering tertunda. Benar-benar kemunduran bukan?

Karena hal ini jadi sering merasa bersalah. Bersalah sama teman-teman, bersalah sama keluarga, dan yang paling berat adalah merasa bersalah pada Tuhan. Seharusnya setiap hal yang saya lakukan merupakan usaha yang paling maksimal agar bisa saya persembahkan pada Tuhan. Sungguh malu rasanya dengan hal seperti ini. Keadaan yang menyebalkan.
Berkaca dari keadaanku saat ini, sangat berat untuk memutuskan apakah saya layak melayani Tuhan melalui persekutuan di kampus. Di saat down seperti ini, sungguh saya berharap mendapatkan dukungan dari keluarga saya. Tapi, kenyataannya tak demikian. Bukan salah mereka sebenarnya. Hanya saja mereka belum mengalami apa yang sudah saya alami saat melayani Tuhan. Sukacita yang luar biasa besar saat saya boleh melayani-Nya dan hal itulah yang belum mereka rasakan. Mungkin bagi mereka, hal ini hanya akan menyusahkan saya, akan menyita perhatian saya dari perkuliahan saya. Tak apa, saya berusaha mengerti walau rasanya cukup sedih. J
Pergumulan yang cukup lama sebenarnya hingga akhirnya saya memutuskan untuk tetap menerima anugerah Tuhan ini. Konsekuensinya adalah waktu saya untuk diri sendiri akan semakin sedikit, jarang mempunyai waktu luang untuk berkumpul bersama dengan teman-teman saya. Ya, itu konsekuensi yang harus saya terima.
            Beberapa hal mungkin tak dapat saya jelaskan dengan kata-kata lagi. Harus saya akui, saat ini saya sedang menjadi orang yang bodoh. Hahahaha.. Selalu bingung dan tak yakin dengan setiap langkah yang harus saya ambil. Semua terasa cukup berat (ya, sebenarnya perasaan saya saja sih :p)
Tapi, bersyukur Tuhan boleh memakai lagu-lagu yang diberikan oleh teman saya. Sungguh menenangkan hati ketika saya mendengarkan lagu-lagu tersebut. Menilik lebih dalam, beberapa lagu memiliki lirik yang luar biasa menyentuh. Salah satu lagu yang menguatkan saya saat ini adalah Kaulah Harapanku. Terima kasih Tuhan, untuk setiap hal yang boleh saya lalui hingga saat ini. Saya sadar, semua hal yang saya alami adalah rencanaMu, rancangan yang terindah.
I’ll do my best !
精神 !!

Bukan dengan kekuatanku
Ku dapat jalani hidupku
Tanpa Tuhan yang di sampingku
Ku tak dapat sendiri

Engkaulah kuatku
Yang menopangku

Ku pandang wajah-Mu dan berseru
Pertolonganku datang dari-Mu
Peganglah tanganku jangan lepaskan
Kaulah harapan dalam hidupku


Friday, March 11, 2011

Malaikat

By : Vivi Siska


Tuhan begitu baik padaku
Ia kirimi aku seorang malaikat
Penghias hidupku
Pelukis senyumku

Begitu banyak cerita tentangnya
Beribu kisah ia ukir dalam hidupku
Berjuta memori ia lukis dalam ingatanku
Dia pemberi warna dalam hidupku
Dia pelukis untuk setiap senyumku
Dia begitu berarti bagiku
Tak seorang pun bisa menggantikannya

Namun, senyumku hilang seketika
Duniaku tak lagi ceria, tak lagi berwarna
Hanya kenangan indah yang aku miliki
Setelah ia pergi, sirna dari hidupku

Malaikat, dimanakah engkau sekarang?
Dimana? Dimana engkau, wahai malaikatku?
Aku ingin kau kembali
Aku ingin kau isi lagi hati ini
Berikan warna dalam hidupku
Lukiskanlah sebuah senyum untuk diriku

Wahai malaikatku,
Tak tahukah engkau aku merindukanmu?
jika engkau ada di sini,
Dengarkanlah jeritan kepedihan hati ini
Lihatlah luka di hatiku

Malaikatku,
Kembalilah padaku
Jangan pergi dariku, jangan tinggalkan aku
Aku membutuhkanmu dalam setiap langkah hidupku
Jangan pernah tinggalkan aku
Kar’na engkau begitu berarti bagiku,
Wahai malaikatku..

Thursday, March 10, 2011

Kotak Kaca

By : Vivi Siska


Bayangan kelam masa laluku
Kembali hantui aku lagi
Mimpi burukku, kian berlanjut
Kembali ganggu hidupku
Kembali hantui hatiku

Telah kusimpan semua luka ini
Tak ku buka lagi walau banyak kenangan tersimpan
Kenangan dalam sebuah kotak kaca
Kotak kaca yang ku tutup rapat
Kotak kaca yang berisi kenangan tentangnya

Aku tak ingin membuka memori tentangnya
Aku tak ingin membuka luka hati ini
Biarlah kenangan indah yang telah terukir
Biarlah kenangan kelam yang telah tertulis
Tetap tersimpan
Di sana…
Dalam kotak kaca ku

Tuesday, March 8, 2011

Kenangan Kita

By : Vivi Siska

Saat-saat indah kita lewati bersama
Suka dan duka kita bagi bersama
Dunia seakan milik kita saja
Tanpa ada orang lain

Setiap mimpi kita gapai bersama
Setiap jalan kita lalui bersama
Tapak demi tapak kita bentuk
Langkah demi langkah kita tempuh
Kita seakan tak terpisahkan
Begitu dekat.. Dan dekat…
Seakan tak ada jalan pemisah

Ku merasa begitu bahagia
Merasa begitu tenang, damai
Ku merasa sangat istimewa
Merasa hidupku sangat berarti

Namun kini kita harus berpisah
Meninggalkan kebersamaan yang begitu manis ini
Menempuh langkah masing-masing
Terpisah satu dengan yang lain
Terpisah oleh jurang yang lebar

Kini, semua hanya tinggal kenangan
Kenangan indah nan manis
Kenangan yang takkan terlupakan
Tak akan pernah terlupakan sampai kapan pun

Hingga Malaikat-Nya Menjemput

By : Vivi Siska


Ketika hatiku resa
Kau ada di sampingku
Saat aku bersedih
Dirimu yang menghiburku
Kau kembali membuatku ceria
Membuatku merasa berarti

Engkaulah sumber kekuatanku
Engkaulah penghibur hatiku
Bagiku engkau sangat berarti
Tiada lagi yang seperti dirimu

Aku ingin kita tetap bersama
Aku ingin engkau selalu berada di sampingku
Aku ingin tetap bersama dirimu
Bersamamu, hingga malikat-Nya datang
Mengangkatku…
Membawaku menjauh dari dirimu

Tuesday, February 22, 2011

Imagine Me Without You






As long as stars shine down from heaven
And the rivers run into the sea
‘Till the end of time forever
You’re the only love I’ll need

In my life You’re all that matters
In my eyes the only truth I see
When my hopes and dreams have shattered
You’re the one that’s there for me

When I found You I was blessed
And I will never leave You, I need You

Reff :
Imagine me without You
I’d be lost and so confused
I wouldn’t last a day, I’d be afraid
Without You there to see me through

Imagine me without You
Lord, You know it’s just impossible
Because of You, it’s all brand new
My life is now worthwhile
I can’t imagine me without You


When You caught me I was falling
You’re love lifted me back on my feet
It was like You heard me calling
And You rush to set me free

When I found you I was blessed
And I will never leave You, I need You


Imagine me without You
I’d be lost and so confused
I wouldn’t last a day, I’d be afraid
Without You there to see me through

Imagine me without You
Lord, You know it’s just impossible
Because of You, it’s all brand new
My life is now worthwhile
I can’t imagine me without You


When I found you I was blessed
And I will never leave you, I need You


Imagine me without You
I’d be lost and so confused
I wouldn’t last a day, I’d be afraid
Without You there to see me through
Imagine me without You
Lord, You know it’s just impossible
Because of You, it’s all brand new
My life is now worthwhile
I can’t imagine me without You

Originally by : Jaci Velasquez
Covered by : Vivi Siska

Senang rasanya bisa menyanyi
Semua beban terasa ringan
Terima kasih, Tuhan :)

Monday, February 21, 2011

Nah Loh, Lagi Labil

Kembali lagi menulis di blog setelah cukup lama vakum.
Banyak cerita yang bisa diceritakan. Namun, saya sedang tak ingin mengungkap terlalu banyak cerita. Maklum, lagi galau (akhirnya saya menggunakan kata ini juga walau saya sangat tidak menyukainya >.<).

Kenapa begitu?
Baru-baru ini saya mengambil suatu keputusan yang cukup berat (bagi saya pribadi). Benar-benar perang dalam hati. Di satu sisi ingin mengambil option A, namun di sisi lain merasa harus mengambil option B.  Kedua option tersebut sebenarnya tidak terlalu bertentangan jika tidak ada keadaan seperti ini. Hahaha

Setelah bergulat cukup lama (sebenarnya sudah lebih dari 1 bulan), akhirnya saya memutuskan untuk mengambil option B. saya tak ingin kembali terjatuh seperti dahulu. Bodohnya, saya tak dapat menahan emosi saya lagi saat mengambil keputusan itu. Akibatnya, tissue bertaburan dimana-mana. Konyol sekali..

Sehari berlalu, saya berusaha berpikiran positif. Saya berusaha tenang, kuat, dan melihat sisi positifnya. Tapi, begitu mengingat satu hari yang lalu membuat tissue-tissue kembali berceceran di lantai. Perlu beli tissue dalam jumlah banyak bulan ini. Hahaha. Mengingat pesan koko, “Terkadang menangis bisa membuatmu merasa lebih baik, akhirnya saya coba mengikuti. Hasilnya, ya tak tahu apakah bisa di bilang merasa lebih baik. Yang saya tahu, akhirnya saya kelelahan dan jatuh tertidur (jarang-jarang kan bisa tidur siang :p).

Dua hari berlalu, perasaan tetap tak tenang. Selalu terpikirkan tentang hal yang sama. Tak ingin menghabiskan tissue dalam kurun waktu tiga hari, akhirnya saya memutuskan untuk mencari sesuatu untuk dikerjakan. Merajut. Kegiatan ini cukup bisa diandalkan untuk mengalihkan perhatian. Namun, begitu hendak tidur, keadaan menjadi sama lagi seperti hari sebelumnya. Duh..duh..duh.. =.=”

Hari ini hari ketiga, saya berusaha lebih keras untuk mengalihkan pikiran saya. Tak mau ada di kos, takut kembali terbayang hal itu lagi. Hahaha.. Akibatnya, saya seperti orang bodoh hari ini. Kuliah selesai jam 08.50 dan saya baru pulang ke kos pukul 17.00. Waktu selama itu saya gunakan untuk mengerjakan tugas di kampus. Berhasil, untuk sementara..

Dan sekarang, saya sudah tak tahu harus apa.. Si galau datang lagi. Hahaha.. Rasanya ingin berbicara pada seseorang, namun bibir ini terasa berat untuk berbicara. Berusaha untuk memilih jalan lain selain menulis, tapi tetap tak menemukan jalannya. Yah, jadi inilah hasilnya. Kata-kata tak tertata yang penuh dengan goresan luka yang tengah ternganga (lebay).

Saya tak ingin egois dan tak ingin dia tahu. Hanya memang saya merasa berat ketika harus memutuskan sesuatu yang saya anggap penting dengan cepat (definisi cepat saya kali ini berbeda dengan definisi pagi atau siang saya biasanya).

Last, saya hanya bisa bertarung dengan si galau ini. Entah berapa lama saya baru bisa mengalahkannya. Tapi saya yakin kalau memang Tuhan merencanakan seperti ini, saya bisa menghadapinya. Kalau Ia tak merencanakan seperti ini, Ia pasti akan menunjukkan jalan-Nya yang lain kok.

Be faithful, Vi
Cheers Q(^^)Q
Never give up !!!

Sunday, January 23, 2011

Too Much Surprise

Yap, bulan Januari ini bulan yang penuh dengan surprise. Tiada hari tanpa surprise !!
Surprisenya pun bukan hanya hal-hal yang menggembirakan, tapi juga hal-hal yang membuat hati terenyuh >.<
Aku certain deh beberapa surprise yang ngebuat shock.
Awal bulan aku dikagetkan dengan berita kepergian orang tua dari salah seorang juniorku. Memang aku ga gitu deket sema orang itu.. Tapi rasanya kok ikutan sedih ya?

Dilanjutkan dengan presentasi business plan. Awalnya kelompokku terdiri dari 12 orang. Terus, H-1 dari waktu presentasi, temanku bertanya.. “Vi, si A (nama disamarkan) kelompok kita bukan?”
Kontan saja aku menjawab : “He? Bukan kayaknya.. Kamu ngerasa ada tulis nama dia ga di list kelompok waktu itu?”
Jawaban yang didapatkan sungguh tidak memuaskan. “Nah, aku juga ga tahu..”
Buset deh..
Selidik punya selidik, ternyata si A sudah bertanya sama seorang temanku apakah dia masuk kelompok ini atau tidak 1 minggu yang lalu. Tapi, aku baru diberitahu sekarang. H-1, Kawan !! Dan si A bener-bener ga tahu apa-apa.. =.=”

Yang parahnya lagi, temanku pun sudah bilang kalau dia masuk kelompokku. Sebenarnya sih ga masalah kalau emang dia mau masuk kelompokku. Tapi, si A ini bener-bener ga ada usaha apa-apa. Dia bahkan ga hadir waktu kami mau menerangkan soal budget. Padahal dia udah dikasih tahu loh >.<
Pusing tujuh keliling jadinya~
Sebel juga deh sama orang kayak gini.. Nyari kalau udah kepepet. Dan ga ada usaha untuk terlibat lebih jauh.. Haduh haduh~

Next,,
Aku dapat kabar duka lagi.. Ayah dari seorang buddy-ku meninggal dunia. Aaaaa…. Sedih lagi deh jadinya... Yang tabah ya, Kawan.. Aku ga bisa ngomong yang laen lagi selaen kata tabah itu.. Huhuhu

Berita dukanya pun berlanjut.. Besok paginya, aku dapat kabar pula bahwa ibu dari temanku, Mega, meninggal. Beneran deh, bulan ini kok banyak hal-hal yang menyedihkan ya? Nangis juga ne lama-lama…
Siangnya sebenernya mau ngelayat. Tapi aku ada janji mentoring sama menteeku. Dengan berat hati, aku ga ikut ngelayat deh >.<

Masih banyak lagi surprisenya.. Ga bisa diceritain satu-satu. Sesuai dengan judulnya, it’s too much to tell.

Bulan ini aku belajar untuk lebih mengasihi dan menghargai segala yang ada di sekitarku.
Semoga teman-teman dikuatkan untuk menghadapi hal-hal yang tak terduga lainnya.

Kasihilah setiap orang yang ada didekat kita.
Hargai apa yang kita miliki.
Dan percayalah, Ia punya sesuatu di balik semua yang terjadi dalam hidup kita.

Maaf, Pusat Ngerusuh Sedang Down

Ya, sesuai dengan judulnya, pusat ngerusuh (yaitu saya sendiri), sedang dalam perbaikan..
Minggu ini lumayan berat menurutku. Bukan berat karena banyak yang harus dikerjakan, tapi berat karena harus mengatur waktu untuk mengerjakannya.

Pusat data (baca : otak) dan motor penggerak (baca : tubuh) pun sepertinya mengalami gangguan. Virusan kali yaa :p

Dan yang buat semuanya memuncak adalah…

Kalkulus !!

Oh, sungguh luar biasa soal kali ini. Hampir aku menyerah. Otakku udah sampe ke level ready to explode !
Tetap harus berusaha ngerjain soal-soal itu. Namun apa daya, dari 8 soal, aku cuma bisa ngerjain no 1-3 dan 1a. Yah, kecewa sih sebenernya.. L

Minggu-minggu yang lumayan berat.. Hahaha..
Untungnya kondisi badan udah lebih baik. Tinggal sisa sakit kepala dan sakit perut saja (kadang-kadang).

Maaf ya kalau beberapa minggu ini saya tidak se-hyperactive biasanya.. Minggu ini aku udah bisa ngerusuh lagi kok.. :p

Vivi is back !! =D

Saturday, January 8, 2011

Bila Tuhan Mengujimu





Terkadang didalam hidupmu
Pencobaan berat menimpa
Menghancurkan hidupmu
Meremukkan hatimu
Namun ingatlah

Reff :
Dia Tuhan
Tak akan pernah memberi pencobaan
Dan ujian
Melebihi kekuatan yang kau punya
Hendaklah bersyukur
Dia melakukan semua kar'na cinta
Supaya kau beroleh hikmat
Dan jadi sempurna s'perti-Nya

'Pa bila tuhan mengujimu
Kar'na Dia menyayangiMu
Laksana s'orang Bapa
Yang mendidik anakNya
Kar'na cintaNya

Lagunya simple.. Tapi maknanya dalam sekali..
Semoga bisa memberi semangat buat semua Q(^o^)Q

Friday, January 7, 2011

Masih Belajar Bersyukur

Entah apa yang terjadi. Tanggal 3 sore tiba-tiba aku merasa kepalaku sedikit berdenyut. Padahal aku sedang berada di kelas (kelas AnaPerSis). Untungnya aku baru merasa puyeng setelah kelas sudah berjalan 1 shift.
Mendekati akhir shift kedua, aku merasa sangat kedinginan. Pengen pake bedcover jadinya. Coba tadi bawa yaa.. Xixixixi. Jaket BC ternyata bisa membuat aku bertahan melawan dinginnya ruangan itu (706). My jacket is my superhero !

Setelah selesai kelas, aku dan teman-temanku berjalan pulang. Aku merasa sangat tidak enak badan saat itu. Rasanya ada uap panas keluar dari tubuhku. Saat diajak untuk makan bareng, aku menolaknya. Entahlah, aku kehilangan nafsu makan. Rasanya pengen tidur aja. Hahaha..

Eits, aku baru teringat. Aku baru makan 1 potong roti hari ini. Karena tak tega dengan badan yang udah kayak di-sauna ini, aku memutuskan untuk membeli jus. Maunya jus mangga, tapi udah ga ada lagi. Akhirnya aku ganti jadi jus jambu deh.. sepertinya cukup untuk mengganjal perut. Hihihi

Setibanya di kos, aku menggoreng pempek terlebih dahulu. Itu oleh-oleh buat Ko David. Hari ini dia mau datang ke kos, nganterin oleh-oleh (barter oleh-oleh ne ceritanya =D). Kami mengobrol sebentar mengenai liburan kemarin. Topik utamanya adalah keponakan ! Hahaha.. Never boring either to tell or to hear about kiddies.
Aku dapet oleh-oleh kue yang cantik sekali, aku sebut kue monkey, buatan Ci Rika, cicinya Ko David. Bagus sekali, Ci ! Thank you ya.. ^o^

Setelah Ko David pulang, aku langsung tepar. Ampun deh, hari ini aku ga mandi sore lagi karena udah ga sanggup menahan kepala yang rasanya mau meledak ini. Tidur dengan jaket masih terpasang, celana panjang, bedcover, dan AC mati. Tapi masih kedinginan. Bingung juga >.<
Cuma bisa berdoa supaya besok bisa sehat lagi ‘coz besok ada kelas dan mentoring. Bless me, God..

Besok paginya aku bangun dengan keadaan yang lebih baik sih. Puji Tuhan =D
Tapi tetep ga nafsu makan. Aku paksain makan juga akhirnya setelah kelar kelas. Tahu tenggiri di Bon-Bon cukup deh.. Setelah itu, aku ada rapat sebentar dilanjutkan dengan mentoring sampe jam 5.30 sore. Aneh bin ajaib, aku masih sehat-sehat saja. Hahaha~

Saat mau pulang ke kos, aku memutuskan untuk beli nasi goreng. Harus makan ini ! (kebayang mama ngomel kalo ga makan berat sama sekali)
Setelah mandi dan makan, badanku jadi lemes lagi. Hahaha.. Badan yang aneh. Untungnya badanku membaik beberapa saat sebelum aku tidur.

Sekarang, aku cuma sedikit batuk saja. Kadang sore-sore masih suka agak lemes.

Tapi aku sungguh bersyukur untuk penyertaan Tuhan. Tuhan boleh menguatkan aku untuk ikut kuliah, rapat HIMTI, mentoring, dan berbagai kegiatan lainnya.

Lebih bersyukur lagi Tuhan boleh kasih aku mengalami kelemahan tubuh seperti ini. Sebelum ini, aku merasa aneh karena aku jarang sekali sakit. Seperti bukan manusia normal rasanya. Hahaha.. Melalui sakit ini, aku boleh disadarkan bahwa aku ini juga manusia biasa kok, bisa sakit. Makasih ya, Tuhan.

Aku masih belajar bersyukur untuk semua hal yang boleh Tuhan izinkan terjadi dalam hidupku.
Aku percaya, semua itu adalah rencana-Nya.
Dan rencana-Nya, rencana yang sempurna dan luar biasa indah.
Ya kan, Teman? J



Back To My Extraordinary Life !

Balik lagi ke Jakarta untuk kuliah. Yep, aku balik tanggal 3 Januari ke ibukota nan panas ini (kalau siang).
Jujur, ada 1 kesalahan fatal yang aku lakukan saat pulang ke Palembang. Aku ga bawa catatan ! Sementara ada beberapa tugas yang tengah menungguku =.=”. Feel like a zombie at the time I realize it. Padahal rencananya semua tugas mau diselesaikan pada hari libur itu. Aku berencana mengerjakan tugasku saat semua anggota keluarga sudah berlayar ke Pulau SpringBed. Hahahaha.. Namun, apalah dayaku.. Kelalaian itu menyebabkan aku tak bisa melaksanakan rencanaku itu >.<
1 tugas yang agak menekan sih saat itu. Dan itu adalah tugas AnaPerSis. OMG, aku tidak tahu harus menjawab apa karena ‘pikunisme’ kembali melingkupiku. Tapi aku percayakan saja pada-Nya. Pasti bisa kok ! Aku bisa mengerjakan pada tanggal 3 Januari J

Ok, mari beralih ke 3 Januari. Hari ini aku berangkat kembali ke Jakarta. Rasanya ga tega meninggalkan kota kelahiran ini. Yang membebani sebenarnya adalah mama. 3 hari belakangan kondisi mama sedang tak sehat. Kecapean sepertinya. Aku merasa sangat bersalah. Seharusnya aku membantu mama lebih lagi. Merasa sangat bersalah sama mama. Maaf, Ma.. Belum jadi anak yang baek >.<
Aku berdoa kiranya mama boleh cepet sehat lagi. Amin !

Sempet merasa agak jengkel sih ketika pesawatnya di delay (sekitar 30 menit). Merasa kesel harus nunggu. Tapi, Tuhan emang baek. Selama 90 menit penantian (60 menit sebelumnya sudah berada di bandara + 30 menit delay) keponakanku sangat menghibur, membuat delay itu tak terasa sama sekali. Makasih ya, Tuhan ^^

Perjalanan menuju ke Jakarta hanya memakan waktu 55 menit. Singkat cerita, aku sudah tiba di rumah ceceku (ceritanya aku ga langsung pulang ke kos). Disana aku membantu ceceku yang tengah memiliki ‘gendang’ di perutnya itu sedikit beres-beres. Sekitar pukul 2 siang, aku memutuskan untuk kembali ke kos. Aku pun berpamitan dengan ceceku.

Tiba di kos aku ga langsung membuat tugas yang harus ku kumpulkan keesokkanharinya itu. Aku memutuskan untuk membereskan barang-barangku terlebih dahulu. Ya, sepertinya 2 jam cukup la yaa..

Lagi-lagi, aku salah. Membereskan barang ini memakan waktu hingga lebih dari pukul 6 sore. Melihat jam yang telah larut, akhirnya aku segera mandi dan mengerjakan tugasku. Aku tak sendirian mengerjakan tugas ini. Aku berdiskusi dengan temanku, Hendi via YM.

Sebenarnya mau minta bantuan Engkong, tapi tak tahu kenapa aku merasa akan merepotkannya (walau dia sempat menawarkan diri untuk mengajariku). Anyway, makasih ya buat tawarannya. J

Kami berdiskusi hingga pukul 10 malam lebih hanya untuk soal bagian a. Setelah itu, aku tak yakin untuk melanjutkan diskusi ini. Maklum, udah jam tidurku. Daripada nanti aku ketiduran dan dia masih berdiskusi denganku, aku bilang dulu aja kalau sepertinya mataku ga akan bertahan lama. Yah, dia juga tahu sih aku tidurnya cepet. Hahaha~

Ketika tengah mengerjakan soal bagian b, aku tertidur tanpa sadar. Tertidurnya di lantai pula. Hahaha.. Untung AC-nya ga nyala.. Jadi aku ga terlalu kedinginan :p

Ketika bangun pagi, aku tertawa saat menyadari bahwa aku tertidur di lantai. Segera saja aku melanjutkan tugasku. Puji Tuhan, tugas itu bisa kelar. Akhirnya, bisa santai !

Sekitar pukul 2, Hendi bilang kalau kami salah mengerjakan tugasnya. Seharusnya kami membuat Physical DFD, bukan ERD dan Logical DFD seperti yang tertulis di filenya. Soal itu diralat oleh pak dosen di forum. Aku ga ingat. Padahal aku sudah membuka dan berkomentar 2 kali di forum.Aduh, pikunku.. Ya ampun deh.. Akhirnya, aku menyalin lagi deh.. Huft~

Bersyukur sih boleh punya teman kayak Hendi dan kawan-kawan yang ga pelit berbagi. Ada beberapa yang salah di jawaban itu dan kami pun kembali memperbaikinya. Sebelum sang dosen tiba, tugas sudah selesai ! Hah, senangnya.. Jujur, saat tahu kalau aku salah mengerjakan soal itu, entah mengapa aku ga merasa tertekan. Aku merasa pasti ada jalan (jadi inget lagu God Will Make A Way). Hahaha~
Bersyukur buat tugas yang udah boleh kelar.
Bersyukur punya teman-teman yang begitu baik, yang mau membantu aku.

Loves you all, Friends !