Friday, May 18, 2012

His Plan is The Best


Judul Renungan   : Bukan Yang Saya Rencanakan
Nats           : Mazmur 37:1-8

Mazmur bukanlah suatu kitab yang mudah untuk dipahami. Di dalamnya terdapat berbagai metafora dan kata-kata kiasan. Pada nats kali ini saya mendapatkan beberapa hal.

  • Pertama, mengenai orang yang berbuat jahat dan curang. Saya teringat pembicaraan saya dengan seseorang yang bertanya-tanya mengapa hidup orang-orang yang demikian aman dan sentosa saja ya ? Kok Tuhan malah memberikan mereka berkat yang melimpah ? Tapi di sini kembali saya diingatkan bahwa kita tidak boleh merasa iri terhadap orang-orang yang demikian. Kembali diingatkan bahwa yang menanti orang-orang yang demikian adalah kematian kekal.
  • Kedua, mengenai nasihat untuk hidup sesuai perintah Allah. Dalam ayat yang saya baca ini dikatakan bahwa "... Ia akan memberikan kepadamu apa yang diingikan hatimu." (ayat 4). Ini memang bukan berarti ketika saya hidup berkenan kepada Allah dan saya menginginkan Ferarri, maka Tuhan akan memberikannya kepada saya. Menurut saya, apa yang dimaksud dengan yang "diingikan hatimu" adalah kehidupan kekal, ya mungkin juga beberapa hal yang jadi mimpi dalam hidup kita (dapat beasiswa, karir yang baik, keluarga yang harmonis, dan sebagainya). Singkatnya, di sini saya kembali diingatkan bahwa walaupun tantangan untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya itu besar, saya harus terus berjuang untuk melaksanakannya.
  • Ketiga, mengenai amarah. Saya tipikal orang yang mungkin cukup mudah untuk merasa kesal. Saya merasakan apa yang dikatakan dalam ayat 8 (marah membawa kita dalam kejahatan). Ketika merasa kesal, saya sering kali terpancing untuk marah dan terjatuh dalam pikiran-pikiran negatif. Kejahatan yang saya lakukan di saat-saat seperti itu memang bukan kejahatan secara fisik apalagi kriminal, tetapi lebih kepada kejahatan pikiran. Pikiran negatif yang terbentuk ini lama-kelamaan akan mengubah pola pikir dan  sudut pandang saya terhadap orang lain, bahkan mungkin mengubah kehidupan saya (ke arah yang lebih buruk pastinya). Nah, di sini saya diingatkan untuk tidak mudah merasa kesal (bukan marah karena kesal adalah starting point dari marah).


Saat membaca renungan, ada hal baru lagi yang saya dapatkan, yaitu tentang sukacita, penyerahan diri, dan kepercayaan terhadap Allah.
Dalam renungan dikatakan bahwa mungkin tidak semua yang kita harapkan tercapai. Namun, jangan pernah membiarkan hal tersebut merampas sukacita kita dan membuat kita menyalahkan Tuhan. Ingat, sukacita kita adalah ketika kita semakin mengenal hati Allah.
Kemudian, dalam renungan ini dibukakan lebih jelas tentang ayat 5 yang berbunyi "Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya...". Serahkan artinya "mengalihkan" kemudi hidup kita kepada Allah. Percayalah bahwa Tuhan punya rencana yang terbaik untuk kita.

Yapz, itu sih yang aku dapat dalam renungan hari ini :)
Semoga renungan ini juga boleh menjadi berkat bagi setiap kita yang membacanya.
Tuhan memberkati.

Thursday, May 3, 2012

Holy Spirit is Talking To You. Do You Hear It ?


Judul Renungan : Apakah Anda Peka ?
Nats : Yohanes 16:7-15

Yang didapatkan dari nats :
- Yesus naik ke surga, berarti Ia tidak ada disamping kita seperti Ia berada di tengah murid-

murid-Nya. Namun bukan berarti bahwa Ia meninggalkan kita begitu saja. Ia mencurahkan Roh

Kebenaran untuk menemani kita menghadapi godaan dunia ini. Roh Kebenaran itulah yang akan

memimpin kita kepada kebenaran. (ayat 13)

Yang didapatkan dari renungan :
- Suara Roh Kudus dapat kita taati atau kita abaikan. (Roh Kudus = Roh Kebenaran)
- Jujur sih, aku pribadi merasa bahwa aku lebih sering mengabaikan suara Roh Kudus itu. Aku

lebih mementingkan diriku. Misalnya, saat ada bisikan untuk berdoa, aku lebih memilih tidur.

Alasannya klasik, karena merasa lelah setelah melakukan aktivitas seharian. Saat ini, aku

kembali diingatkan untuk memperbaiki sikap ku yang sedemikian rupa. Aku mau belajar untuk

lebih peka dan taat akan suara Roh Kudus ini. Doakan ya ! ^o^

Borok Dalam Hati


Judul Renungan   : Kebencian yang Menghancurkan Diri
Nats           : Ester 7:1-10

Waktu membaca nats ini, aku sedikit bingung. Kenapa Ester berkata bahwa dia dan bangsanya akan dibunuh padahal raja menyeyanginya ?
Usut punya usut, ternyata raja dihasut/dimanipulasi oleh orang kepercayaannya, Haman, untuk membunuh bangsa Israel dan raja tidak mengetahui bahwa Ester adalah orang Israel.
Setelah baca versi cerita anak-anak (http://www.watchtower.org/in/my/article_82.htm), aku baru menemukan alasan Haman sampai berbuat demikian. Ternyata, penyebabnya hanyalah hal sepele, karena Mordekhai (saudara sepupu Ester) tidak memberikan sujud kepada Haman. Ya ampun, orang ini sepertinya gila hormat sekali >.<
Di akhir cerita, tindakan Haman ini ketahuan dan raja pun marah besar sehingga memerintahkan agar Haman digantung. Naasnya, Haman digantung di tiang gantungan yang sebenarnya ia dirikan untuk menggantung Mordekhai !

Kemudian, dari ayat ini aku mendapatkan satu pesan. Kadang sikap orang ada yang gila hormat (seperti Haman) dan mau melakukan apapun untuk memperolehnya, termasuk mengorbankan nyawa orang lain yang tidak bersalah (kalau di cerita ini, ini merujuk ke bangsa Israel).

Dari renungan yang aku dapat (http://www.warungsatekamu.org/2012/04/kebencian-yang-menghancurkan-diri/), disini dibukakan bahwa terkadang sikap jahat kita (kebencian) bukanlah suatu hal yang harusnya kita turuti dan kita balas dengan sikap jahat juga. Kenapa ? Karena kebencian hanya akan membawa penderitaan bagi diri kita sendiri. Kasarnya, itu bisa membunuh kita pelan-pelan (walaupun di kasus Haman tidak bisa dibilang 'pelan-pelan' :p)