Guilty.. 1 kata yang menemani saya belakangan ini. Saya merasa belakangan ini saya mengalami kemunduran. Ga bertambah baik, malah jadi tambah jahat loh..
Saya yang sekarang lebih sering menunda pekerjaan, komitmen dan kepercayaan diri mulai menurun. Apa sebabnya, saya sendiri pun tak mengerti.
Tugas-tugas terkesan terbengkalai semua, tak terjamah 1 pun. Keputusan yang seharusnya saya ambil segera pun terkesan sering tertunda. Benar-benar kemunduran bukan?
Karena hal ini jadi sering merasa bersalah. Bersalah sama teman-teman, bersalah sama keluarga, dan yang paling berat adalah merasa bersalah pada Tuhan. Seharusnya setiap hal yang saya lakukan merupakan usaha yang paling maksimal agar bisa saya persembahkan pada Tuhan. Sungguh malu rasanya dengan hal seperti ini. Keadaan yang menyebalkan.
Berkaca dari keadaanku saat ini, sangat berat untuk memutuskan apakah saya layak melayani Tuhan melalui persekutuan di kampus. Di saat down seperti ini, sungguh saya berharap mendapatkan dukungan dari keluarga saya. Tapi, kenyataannya tak demikian. Bukan salah mereka sebenarnya. Hanya saja mereka belum mengalami apa yang sudah saya alami saat melayani Tuhan. Sukacita yang luar biasa besar saat saya boleh melayani-Nya dan hal itulah yang belum mereka rasakan. Mungkin bagi mereka, hal ini hanya akan menyusahkan saya, akan menyita perhatian saya dari perkuliahan saya. Tak apa, saya berusaha mengerti walau rasanya cukup sedih. J
Pergumulan yang cukup lama sebenarnya hingga akhirnya saya memutuskan untuk tetap menerima anugerah Tuhan ini. Konsekuensinya adalah waktu saya untuk diri sendiri akan semakin sedikit, jarang mempunyai waktu luang untuk berkumpul bersama dengan teman-teman saya. Ya, itu konsekuensi yang harus saya terima.
Beberapa hal mungkin tak dapat saya jelaskan dengan kata-kata lagi. Harus saya akui, saat ini saya sedang menjadi orang yang bodoh. Hahahaha.. Selalu bingung dan tak yakin dengan setiap langkah yang harus saya ambil. Semua terasa cukup berat (ya, sebenarnya perasaan saya saja sih :p)
Tapi, bersyukur Tuhan boleh memakai lagu-lagu yang diberikan oleh teman saya. Sungguh menenangkan hati ketika saya mendengarkan lagu-lagu tersebut. Menilik lebih dalam, beberapa lagu memiliki lirik yang luar biasa menyentuh. Salah satu lagu yang menguatkan saya saat ini adalah Kaulah Harapanku. Terima kasih Tuhan, untuk setiap hal yang boleh saya lalui hingga saat ini. Saya sadar, semua hal yang saya alami adalah rencanaMu, rancangan yang terindah.
I’ll do my best !
精神 !!
Bukan dengan kekuatanku
Ku dapat jalani hidupku
Ku dapat jalani hidupku
Tanpa Tuhan yang di sampingku
Ku tak dapat sendiri
Engkaulah kuatku
Yang menopangku
Ku pandang wajah-Mu dan berseru
Pertolonganku datang dari-Mu
Peganglah tanganku jangan lepaskan
Kaulah harapan dalam hidupku
No comments:
Post a Comment